Pasukan Israel Menangkapi Sejumlah Mahasiswa dan Membunuh tiga warga Palestina di Tepi Barat

Senin lalu, dilaporkan oleh kantor berita resmi Palestina, Wafa, tiga warga Palestina di Tepi Barat telah dibunuh oleh pasukan Israel dalam insiden konfrontasi dengan militer Israel. Dua orang ditembak mati di Kota Dura dekat Hebron di Tepi Bara selatan. Korbannya, Mohammaed Hasan Abu Sabaa (22) ditembak di jantung menurut kementerian kesehatan Palestina, dan Ahed Mahmoud Mohammed (23) ditembak di kepala menurut keterangan direktur Rumah Sakit Pemerintah Kota Dura. 

Terdapat juga sepuluh korban lainnya dengan luka tembak. Mereka ditembaki oleh pasukan Israel bersama sekitar 100 warga Palestina lain yang melakukan aksi protes. Pasukan Israel berdalih, mereka ditembaki karena telah melemparkan batu bata dan bom molotov ke arah tentara. Namun, pihak tentara tidak memberikan bukti atas tuduhan tersebut.

Korban ketiga, Fares Khalifa (37) secara terpisah ditembak mati di dekat Tulkarem di Tepi Barat utara, demikian keterangan kementerian kesehatan Palestina.

Israel juga menangkap 25 mahasiswa di Universitas Nasional An-Najah di Nablus, Tepi Barat, yang menyerukan pembebasan. Namun, militer Israel mengklaim hanya sembilan orang mahasiswa yang ditangkap terkait sel mahasiswa Hamas. 

Wilayah Tepi Barat mengalami lonjakan kekerasan dan serangan oleh pasukan Israel sejak meletusnya Perang di Jalur Gaza yang dimulai dari serangan para pejuang pada 7 Oktober 2023. Setidaknya dalam 15 hari pertama tahun 2024, 30 warga sipil Palestina di Tepi Barat telah terbunuh, diantaranya tujuh anak-anak, menurut kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

Sumber: Aljazeera