Amerika dan Inggris Melancarkan Serangan Terhadap Militer Yaman


Amerika dan Inggris pada Jum’at dini hari memulai melancarkan serangan ke Yaman dengan menargetkan 30 lokasi di pedesaan dengan menggunakan 150 amunisi sebagai buntut serangan Houthi ke kapal-kapal sekutu Israel di Laut Merah.

“Serangan yang ditargetkan ini adalah pesan yang jelas bahwa Amerika Serikat dan mitra kami tidak akan menoleransi serangan terhadap personel kami atau membiarkan pihak yang bermusuhan membahayakan kebebasan navigasi,” kata Presiden Amerika, Joe Biden, dalam pernyataannya.

Beberapa jam setelah serangan AS dan Inggris yang diklaim Houthi telah menewaskan sebanyak lima orang itu, Dewan Politik Tertinggi Houthi mengeluarkan ancaman bahwa mereka akan menjadikan semua aset Amerika dan Inggris sebagai “target yang sah” untuk diserang.

“Semua kepentingan Amerika-Inggris telah menjadi target yang sah bagi angkatan bersenjata Yaman sebagai tanggapan atas agresi langsung dan yang mereka nyatakan terhadap Republik Yaman.”

Kelompok Houthi menyebut serangan ke Yaman itu sebagai aksi biadab dan akan membalas serangan tersebut di samping akan tetap meneruskan untuk menarget kapal-kapal yang menuju Israel selama perang Gaza berlanjut.

“Musuh Amerika dan Inggris memikul tanggung jawab penuh atas agresi kriminalnya terhadap rakyat Yaman, dan hal ini tidak akan dibiarkan begitu saja dan tidak dihukum,” kata Yahya Saree, juru bicara militer kelompok Houthi.

“Mereka salah jika mengira akan menghalangi Yaman untuk mendukung Palestina dan Gaza,” tulis Mohammed Abdul-Salam, Kepala Perunding dan Juru Bicara Houthi. “Penargetan kelompok ini akan terus mempengaruhi kapal-kapal Israel atau mereka yang menuju ke pelabuhan-pelabuhan Palestina yang diduduki”, tambahnya.

Di sisi lain, pemerintah resmi Yaman yang didukung Arab Saudi dan komunitas internasional menyalahkan Houthi karena telah menyeret Yaman ke dalam konfrontasi militer dengan Amerika dan Inggris.

Hingga saat ini belum ada serangan balasan Houthi ke pihak AS dan Inggris seperti diungkap oleh Juru Bicara Pentagon, Pa Ryder bahwa militer AS memantau situasi dengan cermat dan sejauh ini belum melihat adanya serangan balasan dari Houthi.

“Tujuan kami di sini adalah untuk memastikan jalur air penting ini (Laut Merah) aman dan terjamin bagi pelayaran dan pelaut internasional,” katanya.

Pada Jum’at, puluhan ribu warga Yaman berdemo di beberapa kota mengutuk serangan AS dan Inggris sekaligus menyuarakan dukungan kepada warga Palestina di Jalur Gaza.

Kelompok Palestina menanggapi serangan itu dengan mengatakan bahwa AS dan Inggris akan memikul tanggung jawab atas dampak serangan terhadap keamanan kawasan.

Al Masirah, saluran berita satelit yang dikelola Houthi, melaporkan bahwa serangan tersebut menghantam pangkalan udara al-Dailami di utara ibu kota, Sanaa, bandara di kota pelabuhan strategis Hodeidah, sebuah kamp di sebelah timur Saada, bandara di kota tersebut. Taiz dan bandara dekat Hajjah.

Serangan tersebut adalah yang pertama di wilayah Yaman sejak tahun 2016 dan juga menandai intervensi militer pertama AS sebagai reaksi terhadap serangan pesawat tak berawak dan rudal terhadap kapal komersial sejak perang Israel di Gaza dimulai pada bulan Oktober.

Gerakan Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman setelah hampir satu dekade berperang melawan koalisi pimpinan Saudi yang didukung Barat, adalah pendukung kuat Hamas dalam perangnya melawan Israel.