HAPzCHQZiEK4l9hTPastXXr1Bnho6RcJrjSfPSfs
Serakah Memiskinkanmu

Iklan 728x90

Serakah Memiskinkanmu



Sahabat cafeteria yang budiman, kali ini team cafeteria akan membahas ruginya orang-orang yang serakah, ini adalah salah satu kisah nyata dari sebuah desa nun jauh disana. Dan salah satu team cafeteria terjun langsung dalam kisah nyata ini. Untuk perhatiannya, dari awal penulisan ini tidak ada niat untuk menyinggung ataupun menyakiti siapapun, tapi bertujuan untuk mengingatkan kita sebagai manusia untuk selalu mensyukuri apa yang sudah kita miliki.

Awal kisah dari keluarga lima bersaudara yang sudah beranjak dewasa dan masing-masing sudah berumah tangga. Dimana mereka semua sudah mendapatkan hak waris dari orang tua mereka. Tersebutlah 5 bersaudara, ada 3 perempuan dan ada 2 laki-laki, anak nomer 3 dan si bungsu adalah lelaki. Saya akan ambil yang berperan saja dalam 5 bersaudara itu, yaitu 2 laki laki, nomer 3 (kita sebut si kakak) dan si bungsu.

Ketika pembagian warisan tersebut dari orang tua yang masih hidup yaitu ibu mereka, si kakak menerima keputusan pembagian warisan didepan ibunya, sampai akhirnya ibu mereka meninggal dunia,  mulailah kenakalan si kakak yaitu "ngisruhi" harta warisan si bungsu yang mana berupa tanah.
Si kakak ini "kisruh" harta warisan hanya kepada si bungsu, sedangkan kepada saudara perempuan lainnya "adem ayem".
Ada beberapa tanah yang direbut oleh si kakak dari si bungsu. Karena sibungsu tidak mau ribut jadi selama si kakak "ngisruhi" si bungsu diam saja atau mengalah.
Sahabat cafeteria yang berbahagia, ternyata si kakak juga tidak "ngisruhi" tanah warisan saja. tetapi juga sapi dimana jaman dulu sapi itu sangat berharga. Sapi dari orang tua mereka yang dikasihkan kepada si bungsu juga dijual oleh si kakak, tanpa sepengetahuan sibungsu. Akhirnya ditengahi oleh saudara kalo uang dari penjualan sapi tersebut dibagi berdua saja, antara si kakak dan si bungsu.

sahabat cafeteria, oleh si bungsu hasil pembagian penjualan sapi dibelikan anak sapi, anak sapi tersebut dipelihara sampai besar dan kemudian melahirkan anak sapi lagi, terus anak sapi dijual. Hasil penjualan anak sapi tersebut uangnya dibelilah sebidang tanah. Alhamdulillah berkah.
Sedangkan oleh si kakak, hasil pembagian penjualan sapi untuk membeli kursi kayu, yang dijamannya pada saat itu sangat bagus dan sekelas orang kaya. Tetapi kursi tersebut seiring waktu rusak.

Sahabat cafeteria yang semangat, kita sudah dapatkan pelajaran dari kasus sapi itu, manakah rejeki yang berkah??? insyaAllah kita akan bahas dikemudian hari "rejeki yang berkah".
Mari kita kembali ke harta warisan yang beberapa tempat sudah direbut oleh si kakak. Seiring berjalannya waktu, perbedaan zamanpun berganti anak-anak merekapun sudah beranjak dewasa. Takdir bergulir perubahan demi perubahan dari 2 bersaudara itupun terjadi.
Kita bahas keluarga si bungsu dulu sahabat cafeteria, si bungsu memiliki 4 orang anak, yaitu cowok 3 dan cewek 1, si bungsu menyekolahkan anaknya kejenjang yang lebih tinggi dari orang-orang desa pada umumnya tanpa menjual tanah sejengkalpun. Si bungsu dan istrinya  membiayai anak-anak mereka  pure dari hasil penjualan panen sawah dan ladang mereka. Seperti kayu,padi,jagung,cengkeh dan rempah-rempah beserta hasil  lainnya. Sampai akhirnya anak-anak si bungsu  berumah tangga semua.
Dan akhirnya si bungsu meninggal dunia.

Lalu bagaimana nasib si kakak sahabat cafeteria?
Tentu kehidupan si kakak seperti orang kebanyakan. punya tanah yang luas, beraktivitas layaknya petani. Hanya saja anak-anak si kakak tidak setinggi pendidikannya dibandingkan anak-anak si bungsu. Si kakak memiliki 6 orang anak. 2 tamatan SMP dan 4 tamatan SD, seiringnya waktu anak-anak si kakak pun berumah tangga. Ada anak si kakak, satu cewek yang sukses karena pergi ke luar negeri.
Sepeninggal almarhum sibungsu, disinilah semuanya dimulai, entah karma atau apa wallahu a'lam bisshowab.
Hanya Allah yang maha mengetahui segalanya.

Anak ke 4 sikakak berjenis kelamin cowok, mohon maaf mengidap gangguan jiwa. Ceritanya dia ditinggal pergi istri dan anaknya, berobat kemana mana belum sembuh juga. Sampai jual beberapa petak tanah, yang mana dulu tanah tersebut hasil merebut hak waris si bungsu, sampai detik ini penulis menulis kisah ini anak dari si kakak yang mengidap gangguan jiwa belum juga sembuh. Sudah dibantu oleh pemerintah pun belum sembuh-sembuh. kekuarga si kakak dapat  bantuan  dari pemerintag untuk anak berobat sendiri, dan dapat bantuan keluarga miskin juga sendiri( mereka terdaftar keluarga miskin).

Sahabat cafeteria yang baik, tidak sampai disitu saja, anak bungsu si kakak yang sudah berumah tangga memiliki hutang dimana- mana, hutangnya mendekati setengah milyar atau bahkan lebih. Sampai menjual semua tanah mereka bahkan menjual rumah utama si kakak. Habis semua tanah si kakak, rumahpun tak ada. Si kakak beserta istrinya menempati rumah anak perempuannya yang pergi ke luar negeri. Belum habis disitu anak-anak si kakak yang lainnya menuntut warisan. Dimana warisan anak-anak yang lain sudah terjual semua sama anak bungsu si kakak.

Masalah internal keluarga si kakak sampai ke cucu pun muncul, seantero desa mengetahui semua tentang hutang piutang anak bungsu dari si kakak dan warisan terjual semua. Bahkan cerita-ceritanya dibumbui dengan penyedap rasa beserta daun salam serta sereh, yang tentu kebenarannya diragukan.
Pada intinya sahabat cafeteria, entah  semua kejadian ini  karma karena si kakak serakah dengan sibungsu ataupun bukan karena karma, mari kita belajar bagaimana selalu menerima apa yang diberikan oleh Allah. Karena semua apa yang kita lakukan akan berbalik kepada diri kita sendiri. Cakap jelek balik ke diri kita, cakap baik juga akan balik ke diri kita. Maka tentukan apa yang akan kita harapkan berbalik pada diri kita sendiri..kejelekan atau kebaikan?

Demikian kisah nyata dari seorang yang serakah, apa yang kau tanam, itu yang akan kau tuai . Tanam hal baik, kau tuai hal baik, tanam hal jelek, kau tuai hal jelek. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari kisah ini. Dan semoga kita semua terhindar dari sifat serakah.Aamiin
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment